Demokrasi tanpa integritas di Indonesia semakin memperburuk kepercayaan rakyat terhadap pemerintah. Ketika janji pembangunan dan pemerintahan yang adil hanya menjadi kata-kata kosong, rakyat merasa semakin terpinggirkan. Penyalahgunaan kekuasaan oleh pejabat sering kali mengorbankan kepentingan rakyat, sementara kebijakan yang diambil tidak mencerminkan keadilan sosial.
Penipuan dalam Pemerintahan
Proyek-proyek besar yang dijanjikan pemerintah sering kali hanya menguntungkan segelintir orang. Keterlambatan atau ketidaktepatan dalam menjalankan program pembangunan semakin meningkatkan ketidakadilan sosial. Pemerintah seharusnya menjadi pelindung dan pelayan rakyat, namun kenyataannya banyak kebijakan yang lebih mengutamakan keuntungan pribadi dan kelompok, bukan kesejahteraan masyarakat.
Tugas Negara yang Terabaikan
Prayogi R Saputra, Anggota Majelis Tinggi Partai X, mengingatkan bahwa negara memiliki tiga tugas utama: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Namun, dalam kenyataannya, kebijakan yang diambil seringkali tidak mencerminkan ketiga prinsip tersebut. Sebaliknya, kebijakan lebih berfokus pada memperkuat posisi penguasa dan kelompok pejabat, yang semakin memperburuk ketidaksetaraan sosial.
Solusi untuk Mengembalikan Integritas dalam Pemerintahan
Kesimpulan
Demokrasi tanpa integritas telah merusak kepercayaan rakyat terhadap pemerintah. Negara harus kembali pada tugas utamanya untuk melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat dengan kebijakan yang lebih adil dan transparan. Dengan melakukan reformasi dalam sistem pemerintahan dan memperkuat partisipasi rakyat, Indonesia dapat memastikan terciptanya pemerintahan yang lebih adil dan berpihak pada kepentingan rakyat.