Berita

Driver Ojol Dilindas Brimob, Partai X: Nyawa Rakyat Jangan Permainkan
Berita Terbaru

Driver Ojol Dilindas Brimob, Partai X: Nyawa Rakyat Jangan Permainkan

beritax.id – Seorang driver ojek online (ojol), Affan Kurniawan (20), meninggal dunia setelah dilindas mobil taktis Brimob di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis, 28 Agustus 2025 malam. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), namun nyawanya tidak tertolong. 

Affan, warga Jatipulo, Jakarta Barat, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Video suasana di RSCM viral di media sosial, menunjukkan keluarga menangis histeris menyebut nama Affan. Ketua Presidium Koalisi Ojol Nasional Andi Kristiyanto membenarkan identitas korban, dan memastikan peristiwa ini akibat mobil barakuda Brimob yang melindas pengemudi ojol tersebut.

Respons Partai X

Anggota Majelis Tinggi Partai X Rinto Setiyawan menegaskan bahwa nyawa rakyat tidak boleh jadi korban arogansi aparat. Ia mengingatkan, tugas negara ada tiga yaitu melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. 

“Ketika rakyat tewas karena kelalaian aparat, negara telah gagal melindungi pemilik kedaulatan sejati, yaitu rakyat,” ujar Rinto. 

Menurutnya, tragedi ini mencerminkan betapa sering pemerintah dan aparat lupa bahwa mereka hanyalah pelayan rakyat, bukan penguasa yang boleh bertindak sewenang-wenang. Harusnya mereka melindungi rakyat bukan malah menindas rakyat. Nyawa tidak bisa diganti hanya dengan akting minta maaf.

Partai X menegaskan, rakyat adalah raja, sementara pejabat hanyalah Tenaga Kerja Indonesia yang digaji untuk melayani rakyat. 

Negara tidak boleh dijalankan atas dasar kepentingan kelompok, tetapi harus transparan, efektif, dan efisien demi keadilan sosial. Seperti tertuang dalam prinsip Partai X, pemerintah hanyalah sebagian kecil rakyat yang diberi mandat, bukan pemilik negara.

Solusi Partai X

Partai X menawarkan solusi nyata agar kasus serupa tidak terulang. Pertama, reformasi hukum berbasis kepakaran agar hukum tak bisa dibeli, sehingga aparat yang lalai dihukum setimpal. Kedua, transformasi birokrasi digital untuk memutus rantai penyalahgunaan wewenang, termasuk transparansi penggunaan kendaraan taktis. Ketiga, pendidikan politik dan etika aparat, agar setiap tindakan selalu berpihak pada keselamatan rakyat. Keempat, musyawarah kenegarawanan melibatkan intelektual, agamawan, TNI/Polri, dan budayawan, sebagai upaya mengembalikan arah negara agar benar-benar melayani rakyat.

Partai X menegaskan, nyawa rakyat bukan angka statistik yang bisa diabaikan. Negara harus hadir dengan keberanian melindungi rakyatnya. Tragedi Affan adalah alarm keras bahwa sistem kenegaraan butuh perbaikan menyeluruh. Jika tidak, korban berikutnya bisa saja muncul. Suara rakyat dibungkam dan sekarang nyawa rakyat yang menjadi taruhannya.