ISFAHAN, IRAN — Pengembangan hubungan pendidikan antara Indonesia dan Iran menjadi salah satu pembahasan utama dalam forum group discussion antara Sekolah Negarawan dan Wakil Rahbar Islamic Azad University Khorasgan, Isfahan, Hojatoleslam valmoslemin Haj Agha Hasan Arezi. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian perjalanan Sekolah Negarawan untuk mengenal berbagai lembaga pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi di Iran. Forum ini juga menjadi ruang untuk membicarakan peluang pengembangan hubungan akademik yang dapat memberikan manfaat bagi kedua negara.
Hasan Arezi menyampaikan pentingnya memperluas hubungan antara institusi pendidikan tinggi di negara negara Muslim. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun hubungan melalui pendidikan, penelitian, pertukaran akademik, serta pengembangan pengetahuan. Hubungan antarlembaga pendidikan diharapkan tidak hanya menghasilkan komunikasi, tetapi juga dapat melahirkan berbagai kegiatan yang memberi manfaat secara langsung.
Dalam konteks hubungan Indonesia dan Iran, Hasan Arezi berharap berbagai kesepakatan yang telah dibangun sebelumnya dapat dilanjutkan menuju tahap pelaksanaan. Menurutnya, dokumen kerja sama akan memiliki nilai yang lebih besar apabila diterjemahkan ke dalam kegiatan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa, dosen, peneliti, dan institusi pendidikan. Kunjungan Sekolah Negarawan menjadi salah satu momentum untuk membuka pembicaraan mengenai kemungkinan tersebut.
Berbagai bentuk kerja sama dapat dikembangkan melalui hubungan akademik, penelitian bersama, forum ilmiah, serta pertukaran dan interaksi antara akademisi dari kedua negara. Program semacam ini dapat menjadi sarana untuk memperluas wawasan sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan. Dengan komunikasi yang berkelanjutan, peluang kolaborasi dapat diarahkan pada kegiatan yang lebih konkret dan sesuai dengan kebutuhan kedua pihak.
Dalam pertemuan tersebut, Hasan Arezi juga menyampaikan pandangan mengenai sejumlah kesamaan yang dapat menjadi titik temu antara masyarakat Indonesia dan Iran. Kedekatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan tradisi keagamaan, tetapi juga dapat ditemukan dalam aspek budaya dan sejarah. Kesamaan tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk membangun hubungan yang lebih luas di berbagai bidang.
Bagi Sekolah Negarawan, peluang tersebut sejalan dengan tujuan perjalanan ke Iran. Kunjungan tidak hanya diarahkan untuk mengenal berbagai institusi yang ada di Iran, tetapi juga untuk membangun hubungan dan membuka ruang kolaborasi yang dapat dikembangkan dalam jangka panjang. Pertemuan dengan berbagai lembaga menjadi kesempatan untuk menemukan bidang yang memiliki potensi kerja sama.
Pembahasan dalam FGD juga menyentuh pengalaman akademik dan kegiatan yang telah dilakukan Sekolah Negarawan dalam bidang kajian antarmazhab dan dialog keagamaan. Dari pembicaraan tersebut, muncul peluang untuk mengembangkan kerja sama dalam bidang taqrib yang berfokus pada upaya membangun kedekatan dan pemahaman antara kelompok serta mazhab dalam tradisi Islam. Bidang tersebut dapat menjadi salah satu ruang kolaborasi yang menarik untuk dikembangkan bersama.
Kedua pihak melihat forum akademik sebagai ruang yang dapat mempertemukan berbagai pandangan secara konstruktif. Pertukaran gagasan melalui kegiatan ilmiah dapat membantu memperluas wawasan sekaligus mendorong pemahaman yang lebih baik terhadap keberagaman tradisi dalam Islam. Dialog semacam ini juga dapat memperkuat hubungan antarakademisi dari Indonesia dan Iran.
Pertemuan antara Sekolah Negarawan dan Islamic Azad University Khorasgan menjadi bagian dari upaya memperluas hubungan pendidikan antara Indonesia dan Iran. Pembahasan yang berlangsung menunjukkan adanya berbagai peluang untuk mengembangkan kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, forum ilmiah, serta kajian keagamaan. Hubungan tersebut diharapkan dapat berkembang melalui program yang memiliki manfaat nyata bagi kedua pihak.
Pada akhirnya, FGD tersebut menghasilkan harapan agar komunikasi yang telah terbangun dapat dilanjutkan melalui agenda yang lebih konkret. Kerja sama yang berkelanjutan membutuhkan komitmen, komunikasi, dan kegiatan yang dapat dijalankan bersama. Melalui langkah tersebut, hubungan akademik Indonesia dan Iran diharapkan semakin kuat dan memberikan kontribusi bagi perkembangan pengetahuan serta hubungan antarmasyarakat kedua negara.