ISFAHAN, IRAN — Perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh dan menyampaikan pengetahuan, tetapi juga memiliki peran dalam membentuk masyarakat dan mengembangkan peradaban. Pemikiran tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam FGD antara Sekolah Negarawan dan Wakil Rahbar Islamic Azad University Khorasgan, Isfahan, Hojatoleslam valmoslemin Haj Agha Hasan Arezi. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk bertukar pandangan mengenai pendidikan, perkembangan ilmu pengetahuan, serta peluang kerja sama akademik antara Indonesia dan Iran.
Dalam pertemuan tersebut, Hasan Arezi mengajak peserta melihat keberadaan universitas dari sudut pandang yang lebih luas. Menurutnya, pendidikan tinggi memiliki hubungan erat dengan perkembangan masyarakat karena ilmu pengetahuan dapat menjadi salah satu kekuatan yang mendorong kemajuan sebuah peradaban. Karena itu, universitas tidak hanya perlu menghasilkan lulusan, tetapi juga memiliki peran dalam membangun tradisi keilmuan yang berkelanjutan.
Hasan Arezi menghubungkan perkembangan pendidikan dalam sejarah Islam dengan tradisi keilmuan yang pernah melahirkan banyak ilmuwan dan pemikir besar. Ia menyebut sejumlah tokoh seperti Ibnu Sina, Mulla Sadra, dan Al Khwarizmi sebagai bagian dari warisan intelektual yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi masa kini. Sejarah tersebut menunjukkan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan pernah menjadi salah satu kekuatan penting dalam perjalanan peradaban Islam.
Menurutnya, warisan tersebut dapat menjadi dorongan bagi generasi sekarang untuk kembali memberikan perhatian besar terhadap ilmu pengetahuan. Kemajuan tidak hanya membutuhkan kemampuan untuk menerima pengetahuan yang telah berkembang, tetapi juga keberanian untuk menghasilkan gagasan dan temuan baru. Karena itu, tradisi belajar perlu diarahkan pada kemampuan untuk berkembang dan memberikan kontribusi.
Salah satu gagasan yang muncul dalam forum adalah pentingnya belajar dari pihak lain dalam proses pengembangan ilmu. Menurut Hasan Arezi, menjadi pembelajar dan mengambil manfaat dari pengalaman orang lain merupakan bagian yang wajar dalam perjalanan akademik. Namun, proses tersebut sebaiknya tidak berhenti pada tahap menerima pengetahuan karena setiap generasi juga memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan kontribusi baru.
Pandangan tersebut kemudian mengarah pada pembahasan mengenai pentingnya membangun jejaring keilmuan antara negara negara Muslim. Hubungan akademik dapat menjadi ruang untuk saling bertukar pengetahuan, pengalaman, dan gagasan. Melalui jaringan yang lebih luas, masing masing negara dapat memperkuat kapasitas pendidikan dan penelitian sekaligus membuka peluang bagi lahirnya kolaborasi baru.
Hasan Arezi mendorong agar hubungan antarperguruan tinggi tidak hanya diwujudkan melalui kunjungan kelembagaan. Kerja sama dapat dikembangkan melalui penelitian bersama, forum ilmiah, pertukaran akademisi, serta berbagai bentuk kegiatan lain yang memungkinkan terjadinya interaksi secara berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lembaga maupun individu yang terlibat.
Dalam konteks tersebut, Islamic Azad University menjadi salah satu institusi yang menarik untuk dipelajari. Universitas tersebut memiliki jumlah mahasiswa yang besar serta jaringan unit pendidikan yang tersebar di berbagai wilayah Iran. Kondisi tersebut memberikan gambaran mengenai luasnya cakupan sistem pendidikan tinggi yang dikembangkan oleh Islamic Azad University.
Pertemuan tersebut juga memberikan kesempatan bagi tim Sekolah Negarawan untuk mengenal hubungan antara pendidikan tinggi, penelitian, inovasi, dan pengembangan ekonomi. Salah satu hal yang dibahas adalah keberadaan perusahaan berbasis pengetahuan yang turut berkontribusi terhadap pendapatan universitas. Model tersebut menunjukkan adanya upaya untuk membangun ekosistem yang menghubungkan kegiatan akademik dengan pengembangan inovasi.
Bagi Sekolah Negarawan, pengalaman tersebut memberikan perspektif mengenai pentingnya membangun ekosistem pendidikan yang lebih luas. Universitas, pusat penelitian, inovasi, dan dunia usaha dapat saling terhubung untuk menciptakan manfaat yang lebih besar. Dengan hubungan tersebut, pendidikan tinggi tidak hanya berperan dalam menghasilkan pengetahuan, tetapi juga dapat mendorong lahirnya inovasi dan memberikan dampak bagi masyarakat.
FGD antara Sekolah Negarawan dan Islamic Azad University Khorasgan juga menjadi ruang untuk bertukar pengalaman antara Indonesia dan Iran. Kedua pihak dapat memperkenalkan pengalaman masing masing sekaligus melihat berbagai peluang yang dapat dikembangkan melalui hubungan akademik. Pertukaran tersebut menjadi langkah awal untuk menemukan bidang yang memiliki potensi kolaborasi lebih lanjut.
Di tengah perkembangan dunia yang berlangsung semakin cepat, ilmu pengetahuan menjadi salah satu unsur penting dalam membangun masyarakat yang mampu beradaptasi. Pengalaman yang dibagikan dalam forum tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tinggi memiliki peran lebih luas daripada sekadar proses pembelajaran di dalam kelas. Melalui penguatan tradisi keilmuan, jejaring akademik, penelitian, dan inovasi, pendidikan dapat menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun masyarakat dan mengembangkan peradaban.