TEHERAN — Amirkabir University of Technology menunjukkan bagaimana perguruan tinggi dapat berperan dalam menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan industri melalui pengembangan teknologi dan inovasi. Model pengembangan tersebut menjadi salah satu perhatian delegasi Sekolah Negarawan saat melakukan kunjungan ke Science and Technology Park Amirkabir University dalam rangkaian kegiatan di Iran. Kunjungan tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana institusi pendidikan dapat membangun ekosistem yang mendorong lahirnya perusahaan berbasis pengetahuan.
Direktur Sekolah Negarawan Prayogi R. Saputra PhD bersama Wakil Direktur Rinto Setiyawan dan Direktur International Affairs Abdullah Assegaf melihat secara langsung sistem yang dikembangkan Amirkabir University dalam mendukung pertumbuhan inovasi teknologi. Lingkungan tersebut tidak hanya berfokus pada kegiatan penelitian akademik, tetapi juga menyediakan jalur pengembangan agar hasil riset dapat diterapkan secara nyata. Melalui pusat inovasi, inkubasi, pengembangan perusahaan, hingga Science and Technology Park, berbagai gagasan memiliki ruang untuk tumbuh menjadi produk dan layanan yang bermanfaat.
Konsep yang diterapkan Amirkabir University memperlihatkan bahwa fungsi perguruan tinggi dapat berkembang lebih luas dari sekadar tempat pendidikan dan penelitian. Kampus dapat menjadi pusat lahirnya inovasi yang mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Dengan adanya dukungan ekosistem yang terintegrasi, hasil penelitian memiliki peluang lebih besar untuk dikembangkan menjadi solusi yang dapat digunakan secara luas.
Science and Technology Park Amirkabir berperan sebagai penghubung antara ide, teknologi, dan kebutuhan pasar. Berbagai dukungan diberikan kepada perusahaan dalam tahap pengembangan, mulai dari pendampingan bisnis, penguatan teknologi, pelatihan, akses pendanaan, hingga membuka peluang kerja sama dengan industri. Sistem tersebut membantu perusahaan rintisan dan perusahaan berbasis pengetahuan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk berkembang.
Bagi delegasi Sekolah Negarawan, pengalaman di Amirkabir University menunjukkan bahwa kemajuan ekonomi berbasis teknologi tidak hanya bergantung pada jumlah penelitian yang dihasilkan. Dibutuhkan ekosistem yang mampu mempertemukan peneliti, pengusaha, investor, industri, serta masyarakat dalam satu rangkaian pengembangan inovasi. Hubungan yang erat antara berbagai unsur tersebut menjadi faktor penting agar pengetahuan dapat diubah menjadi nilai ekonomi yang nyata.
“Universitas harus mampu menjadi ruang lahirnya pengetahuan sekaligus ruang tumbuhnya inovasi,” menjadi salah satu pelajaran penting yang diperoleh dari kunjungan tersebut. Perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan dan penelitian, tetapi juga dapat menjadi tempat berkembangnya gagasan yang mampu menjawab kebutuhan zaman. Pendekatan tersebut menunjukkan pentingnya membangun budaya inovasi sejak dari lingkungan akademik.
Sekolah Negarawan melihat pengalaman Amirkabir University sebagai pembelajaran yang relevan bagi Indonesia. Dengan jumlah perguruan tinggi dan sumber daya akademik yang besar, Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan ekosistem inovasi yang mampu memperkuat hubungan antara kampus dan dunia usaha. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan kerja sama yang lebih kuat antara perguruan tinggi, pusat penelitian, industri, pemerintah, dan masyarakat.
Kunjungan ke Science and Technology Park Amirkabir University menjadi lebih dari sekadar agenda melihat fasilitas teknologi. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memahami bagaimana pengetahuan dapat dikembangkan menjadi inovasi yang memiliki manfaat luas. Melalui pembelajaran tersebut, Sekolah Negarawan melihat pentingnya membangun sistem yang mampu mengubah hasil penelitian menjadi kekuatan ekonomi dan kemajuan sosial.