Berita

Menemukan Formula Pendidikan Inovatif Finlandia, Sekolah Negarawan Pelajari Ekosistem Kreativitas Universitas Aalto
Berita Terbaru

Menemukan Formula Pendidikan Inovatif Finlandia, Sekolah Negarawan Pelajari Ekosistem Kreativitas Universitas Aalto

ESPOO, FINLANDIA – Keberhasilan Finlandia dalam melahirkan inovasi teknologi dan sistem pendidikan yang menjadi perhatian dunia tidak terlepas dari ekosistem pembelajaran yang membangun kreativitas serta kemandirian berpikir. Hal tersebut menjadi perhatian utama para pegiat Ekosistem Sekolah Negarawan ketika melakukan kunjungan eksplorasi ke Universitas Aalto di Espoo, Finlandia. Kampus yang dikenal sebagai pusat perpaduan ilmu teknologi, bisnis, dan seni tersebut menjadi ruang pembelajaran mengenai bagaimana pendidikan tinggi dapat menjadi penggerak perubahan sosial. Melalui observasi langsung terhadap lingkungan akademiknya, delegasi Sekolah Negarawan melihat bahwa inovasi tidak hanya lahir dari kemampuan teknis, tetapi juga dari budaya kolaborasi dan keberanian menyelesaikan persoalan nyata. Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda riset internasional Sekolah Negarawan dalam mempelajari berbagai model pengembangan manusia dan tata kelola di berbagai negara.

Delegasi Ekosistem Sekolah Negarawan yang melakukan penelusuran di Universitas Aalto terdiri dari Direktur Prayogi R. Saputra, Wakil Direktur Rinto Setiyawan, serta CEO Enygma Erick Karya. Dalam kunjungan tersebut, rombongan didampingi oleh Wiwik H selaku perwakilan diaspora Indonesia di Finlandia yang membantu memberikan gambaran mengenai ekosistem pendidikan dan kehidupan masyarakat setempat. Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian utama adalah Aalto Design Factory, sebuah ruang inovasi yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu untuk bekerja sama menyelesaikan tantangan industri dan masyarakat. Konsep ruang belajar yang terbuka tersebut menunjukkan bahwa batas antara ilmu teknik, bisnis, seni, dan sosial dapat dipadukan untuk menghasilkan solusi baru. Delegasi menilai pendekatan tersebut menjadi salah satu kunci keberhasilan Finlandia dalam membangun budaya inovasi.

Wakil Direktur Sekolah Negarawan, Rinto Setiyawan, menjelaskan bahwa keunggulan Universitas Aalto tidak dapat dilepaskan dari fondasi pendidikan Finlandia yang telah dibangun sejak tingkat dasar. Sistem pendidikan tersebut mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, memiliki rasa ingin tahu, serta mampu bekerja sama tanpa terlalu bergantung pada metode hafalan. Menurutnya, mahasiswa yang berada di Universitas Aalto merupakan hasil dari proses panjang pendidikan yang menempatkan kreativitas dan kemandirian sebagai nilai utama. Kampus kemudian menjadi ruang pengembangan gagasan yang memberikan kebebasan bagi mahasiswa untuk menciptakan inovasi. Pola pendidikan seperti ini menjadi pelajaran penting mengenai bagaimana manusia dapat dibentuk menjadi pemecah masalah bagi lingkungannya.

Universitas Aalto juga menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi dari dampak nyata yang diberikan kepada masyarakat. Kampus tersebut dikenal dengan pendekatan pembelajaran yang mengutamakan pembangunan berkelanjutan, kewirausahaan, dan penciptaan solusi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Setiap proyek yang dikembangkan diarahkan agar memiliki manfaat sosial dan lingkungan yang jelas. Bagi Sekolah Negarawan, model tersebut memperlihatkan bahwa ilmu pengetahuan harus memiliki hubungan langsung dengan kehidupan masyarakat. Pendidikan tinggi tidak boleh berhenti pada penguasaan teori, tetapi harus mampu melahirkan manusia yang memiliki kepedulian dan kemampuan menghadirkan perubahan.

Direktur Sekolah Negarawan, Prayogi R. Saputra, menyampaikan bahwa pengalaman di Universitas Aalto selaras dengan gagasan pembentukan karakter manusia unggul yang menjadi bagian dari kurikulum Sekolah Negarawan. Dengan berlandaskan pemikiran kenegaraan dan kebangsaan Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun, Prayogi menilai bahwa manusia terdidik harus mampu memberikan solusi bagi persoalan masyarakat. Menurutnya, pendidikan sejati bukan hanya menghasilkan individu dengan pengetahuan tinggi, tetapi juga manusia yang memiliki tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap sesama. Seorang pemimpin masa depan harus mampu menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan rakyat. Dari sinilah karakter negarawan dapat tumbuh melalui proses pendidikan yang membebaskan dan membangun kesadaran.

Kunjungan ke Universitas Aalto juga memberikan inspirasi bagi CEO Enygma, Erick Karya, dalam mengembangkan sistem tata kelola berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence AI. Erick menjelaskan bahwa teknologi masa depan harus dirancang melalui pendekatan lintas bidang, bukan hanya berdasarkan kemampuan teknis semata. Pengembangan sistem AI untuk tata kelola negara membutuhkan keterlibatan berbagai disiplin seperti ilmu sosial, ekonomi, budaya, dan teknologi agar menghasilkan sistem yang memahami kebutuhan manusia. Menurutnya, kolaborasi seperti yang terlihat di Universitas Aalto menjadi contoh bagaimana inovasi dapat lahir dari pertemuan berbagai perspektif. Pendekatan tersebut menjadi dasar dalam membangun teknologi yang berorientasi pada pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.

Pembelajaran dari Universitas Aalto Finlandia menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan riset internasional Sekolah Negarawan yang telah menjangkau 12 negara. Berbagai pengalaman yang diperoleh dari kawasan Nordik, Eropa Barat, Estonia dengan perkembangan teknologi digitalnya, hingga Persia atau Iran dan Timur Tengah terus dikaji sebagai sumber pembelajaran. Seluruh temuan tersebut menjadi bahan pengembangan gagasan mengenai pendidikan, teknologi, dan tata kelola masa depan. Sekolah Negarawan berkomitmen membawa berbagai inspirasi global untuk memperkuat kapasitas manusia Indonesia. Proses diseminasi gagasan tersebut terus dilakukan secara luas dari Medan hingga Ternate dan Tidore.