Berita

Dari Teheran, Sekolah Negarawan Pelajari Pendidikan untuk Kehidupan Berdampingan
Berita Terbaru

Dari Teheran, Sekolah Negarawan Pelajari Pendidikan untuk Kehidupan Berdampingan

 

TEHERAN — Membangun masyarakat yang mampu hidup harmonis di tengah perbedaan membutuhkan proses pendidikan yang kuat. Gagasan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam pembukaan Festival Kehidupan Berdampingan di Universitas Internasional Mazhab-Mazhab Islam, Teheran, yang turut dihadiri Delegasi Sekolah Negarawan.

Delegasi tersebut terdiri atas Direktur Sekolah Negarawan Prayogi R. Saputra, PhD, Wakil Direktur Rinto Setiyawan, serta Direktur International Affairs Abdullah Assegaf.

Kehadiran mereka merupakan bagian dari rangkaian perjalanan Sekolah Negarawan di Iran. Selama kunjungan, delegasi melakukan pertemuan dengan sejumlah institusi pendidikan, akademisi, pusat kebudayaan, lembaga penelitian, hingga institusi yang bergerak dalam bidang teknologi dan pembangunan masyarakat.

Dalam kegiatan festival, delegasi berkesempatan berinteraksi dengan jajaran pimpinan Universitas Internasional Mazhab-Mazhab Islam, termasuk Dr. Mahdi Jamalifa selaku Vice Chancellor for Cultural and Student Affairs.

Festival tersebut mengangkat isu mengenai bagaimana masyarakat dengan perbedaan identitas, tradisi, pemikiran, dan latar belakang dapat menciptakan kehidupan bersama yang damai.

Bagi Sekolah Negarawan, persoalan tersebut memiliki kaitan langsung dengan pendidikan kepemimpinan.

Pemimpin tidak cukup hanya memiliki kemampuan dalam mengelola administrasi maupun kebijakan. Ia juga perlu memiliki kecakapan sosial untuk membangun jembatan di tengah perbedaan serta menjaga persatuan masyarakat.

Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memiliki peran yang strategis. Kampus tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan cara pandang generasi yang kelak berperan sebagai pemimpin di tengah masyarakat.

Festival Kehidupan Berdampingan menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan berbagai perspektif mengenai kehidupan dalam keberagaman.

Dalam tradisi Islam, gagasan hidup bersama bukan merupakan sesuatu yang baru. Sejarah Rasulullah SAW memberikan berbagai contoh mengenai bagaimana masyarakat yang beragam dapat dibangun melalui keadilan, penghormatan, kesepakatan, dan tanggung jawab bersama.

Bagi Delegasi Sekolah Negarawan, kehadiran dalam festival tersebut menjadi bagian dari proses benchmarking sekaligus pertukaran gagasan antara Indonesia dan Iran.

Kedua negara memiliki pengalaman historis dalam mengelola masyarakat dengan latar belakang identitas, budaya, dan tradisi yang beragam. Pengalaman tersebut dapat menjadi sumber pembelajaran dalam mengembangkan pendidikan kepemimpinan yang sesuai dengan tantangan masyarakat modern.

Dari kegiatan tersebut, Sekolah Negarawan melihat bahwa kehidupan berdampingan tidak terbentuk dengan sendirinya. Diperlukan pendidikan, keteladanan, dialog, serta kepemimpinan yang mampu mengarahkan keberagaman menuju persatuan.

Karena itu, Festival Kehidupan Berdampingan tidak hanya menjadi sebuah kegiatan seremonial. Lebih jauh, festival tersebut menjadi ruang refleksi mengenai pentingnya mempersiapkan generasi yang memiliki kemampuan untuk memahami perbedaan dan membangun kehidupan bersama.