Berita

Sekolah Negarawan Kunjungi Islamic Azad University Tehran, Pelajari Sinergi Kampus, Riset, dan Industri
Berita Terbaru

Sekolah Negarawan Kunjungi Islamic Azad University Tehran, Pelajari Sinergi Kampus, Riset, dan Industri

 

TEHERAN | Kunjungan delegasi Sekolah Negarawan ke Islamic Azad University Tehran menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana perguruan tinggi mengintegrasikan pendidikan, penelitian, teknologi, dan kebutuhan industri dalam satu ekosistem.

Delegasi yang terdiri atas Direktur Sekolah Negarawan Prayogi R. Saputra, PhD, Wakil Direktur Rinto Setiyawan, serta Direktur Kerja Sama dan International Affairs Abdullah Assegaf, mengunjungi sejumlah fasilitas penelitian dan laboratorium dalam rangkaian perjalanan akademik di Iran.

Salah satu hal yang menjadi perhatian delegasi adalah keterlibatan profesor dan mahasiswa dalam berbagai proyek penelitian serta kerja sama dengan industri.

Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran melalui teori di ruang kelas. Mereka juga memiliki kesempatan terlibat langsung dalam proyek yang dikerjakan universitas bersama mitra industri maupun dalam kegiatan penelitian.

Model tersebut menciptakan hubungan yang lebih erat antara pendidikan, laboratorium, dan dunia kerja.

Mahasiswa mendapatkan pengalaman praktis, peneliti mengembangkan solusi berbasis ilmu pengetahuan, sementara industri memperoleh akses terhadap keahlian dan teknologi yang dikembangkan di lingkungan kampus.

Melihat Teknologi Laser

Dalam kunjungan fasilitas penelitian, delegasi diperkenalkan dengan laboratorium laser material processing.

Laboratorium tersebut mengembangkan pemanfaatan teknologi laser untuk berbagai kebutuhan pengolahan material dengan tingkat presisi tinggi. Sejumlah material seperti baja karbon, aluminium, tembaga, dan kuningan dapat diproses menggunakan teknologi tersebut.

Selain pemotongan, teknologi laser juga digunakan dalam proses pengelasan. Sistem yang dilengkapi robot enam sumbu dan fiber laser memungkinkan peneliti melakukan laser welding pada berbagai jenis material.

Delegasi juga diperkenalkan dengan teknologi laser cleaning, yang digunakan untuk membersihkan permukaan material.

Teknologi lainnya adalah laser cladding, yaitu proses memberikan lapisan material baru pada permukaan komponen untuk memperbaiki bagian yang mengalami kerusakan sekaligus meningkatkan karakteristik permukaannya.

Salah satu contoh yang ditunjukkan adalah komponen berbentuk poros yang digunakan dalam sistem pemompaan minyak dan industri petrokimia.

Laboratorium yang Terhubung dengan Industri

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke laboratorium ilmu pangan.

Berbagai peralatan penelitian tersedia di fasilitas tersebut, termasuk HPLC, sistem kromatografi, beragam detektor, perangkat analisis warna, hingga alat untuk menguji kandungan merkuri pada makanan dan produk hasil laut.

Ketika delegasi menanyakan hubungan fasilitas tersebut dengan kegiatan penelitian dan pengembangan atau R&D serta industri, pengelola menjelaskan bahwa laboratorium memang digunakan untuk kebutuhan tersebut.

Hal ini menjadi salah satu perhatian penting bagi Sekolah Negarawan.

Perguruan tinggi tidak hanya memiliki peran dalam mencetak lulusan. Kampus juga dapat berfungsi sebagai pusat penelitian dan pengembangan solusi bagi persoalan yang dihadapi industri maupun masyarakat.

Membuka Peluang Kolaborasi Indonesia dan Iran

Dalam pertemuan tersebut, Direktur Sekolah Negarawan Prayogi R. Saputra, PhD, menyampaikan peluang keterlibatan profesor dari Iran dalam berbagai proyek di Indonesia.

Menurutnya, sejumlah proyek di Indonesia dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan universitas dan para akademisi dari Iran.

Gagasan pembentukan Indonesia Iran Academia Group juga menjadi salah satu opsi untuk mempertemukan potensi akademik kedua negara.

Kelompok tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk mengembangkan penelitian bersama, publikasi ilmiah, pertukaran akademisi, serta pengembangan berbagai proyek kolaboratif.

Bagi Sekolah Negarawan, kunjungan ke Islamic Azad University Tehran memperlihatkan bahwa hubungan akademik Indonesia dan Iran memiliki potensi yang jauh lebih luas.

Kerja sama tidak hanya dapat diwujudkan melalui seminar maupun pertukaran mahasiswa, tetapi juga melalui penelitian, pengembangan teknologi, inovasi, dan penyelesaian persoalan yang dihadapi masyarakat serta industri.

Kunjungan Prayogi R. Saputra, Rinto Setiyawan, dan Abdullah Assegaf tersebut menjadi bagian dari upaya Sekolah Negarawan memahami bagaimana universitas dapat menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas negara.