Berita

Dari Kompetisi AI ke Startup, Islamic Azad University dan PT Enygma Dorong Lahirnya Perusahaan Teknologi
Berita Terbaru

Dari Kompetisi AI ke Startup, Islamic Azad University dan PT Enygma Dorong Lahirnya Perusahaan Teknologi

 

ISFAHAN — Kompetisi artificial intelligence yang diselenggarakan Islamic Azad University Isfahan–Khorasgan tidak sekadar menjadi ajang untuk mencari pemenang. Kompetisi tersebut dirancang sebagai bagian dari proses pengembangan talenta yang dapat berlanjut menjadi tim teknologi, startup, hingga perusahaan yang memiliki kemampuan bersaing di tingkat internasional.

Gagasan tersebut disampaikan dalam acara penutupan kompetisi AI yang turut dihadiri Tim Sekolah Negarawan dan PT Enygma Solusi Negeri sebagai undangan sekaligus keynote speaker. Kehadiran kedua pihak juga membuka ruang pembicaraan mengenai peluang kolaborasi teknologi antara Indonesia dan Iran.

Pihak universitas menjelaskan bahwa kompetisi tersebut menjadi salah satu tahapan untuk mempersiapkan peserta menuju Olimpiade Teknologi tingkat nasional yang diselenggarakan di Pardis Technology Park. Namun, proses pengembangan peserta tidak berhenti setelah kompetisi atau olimpiade selesai.

Target yang ingin dibangun adalah perjalanan dari individu menuju tim, kemudian berkembang menjadi technology core atau kelompok inti yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan solusi teknologi. Kelompok tersebut selanjutnya dapat diarahkan menuju pusat inkubasi dan pusat pengembangan bisnis.

Melalui tahapan tersebut, mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai kemampuan teknis. Mereka juga didorong untuk memahami persoalan nyata yang dihadapi industri, masyarakat, pemerintahan, maupun berbagai institusi sehingga dapat menemukan peluang untuk menghasilkan produk dan layanan yang relevan.

Pendekatan tersebut memperlihatkan perubahan cara pandang terhadap peran perguruan tinggi. Kampus tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan dengan kompetensi akademik, tetapi juga dapat menciptakan lingkungan yang mendorong mahasiswa membangun tim, mengembangkan gagasan, menghasilkan inovasi, dan merintis usaha.

Masa pendidikan sarjana juga dipandang sebagai periode yang strategis untuk memulai sebuah bisnis. Dengan waktu belajar sekitar empat tahun, mahasiswa memiliki kesempatan untuk menguji gagasan, membangun produk, sekaligus belajar memahami kebutuhan pasar sebelum menyelesaikan pendidikan mereka.

Karena itu, keberadaan inkubator dan growth center menjadi bagian penting dalam ekosistem tersebut. Mahasiswa dapat mengembangkan prototipe, menguji produk, membangun tim, mendapatkan pendampingan, hingga mempersiapkan usaha agar mampu memasuki pasar.

Harapannya, ketika menyelesaikan pendidikan, mahasiswa tidak memulai semuanya dari nol. Mereka sudah memiliki pengalaman, tim, produk, serta pemahaman mengenai proses membangun sebuah perusahaan.

Dalam kerangka tersebut, kompetisi AI memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar menentukan juara. Kompetisi menjadi pintu masuk untuk mengidentifikasi talenta yang memiliki potensi dan kemudian mengembangkannya melalui ekosistem pendidikan, riset, inkubasi, industri, dan kewirausahaan.

Kehadiran Sekolah Negarawan dan PT Enygma Solusi Negeri turut memperluas perspektif tersebut ke dalam konteks kerja sama Indonesia dan Iran. Salah satu peluang yang dibicarakan adalah pengembangan artificial intelligence serta teknologi yang berkaitan dengan kedaulatan data.

Kerja sama lintas negara tersebut membuka kemungkinan agar talenta teknologi yang tumbuh di lingkungan kampus tidak hanya berorientasi pada kebutuhan pasar domestik. Mereka juga dapat membangun jaringan dengan perusahaan, akademisi, dan institusi dari negara lain.

Bagi Sekolah Negarawan, pengalaman di Isfahan memperlihatkan bahwa pembangunan ekosistem teknologi membutuhkan lebih dari sekadar talenta. Talenta perlu mendapatkan ruang untuk membangun tim, tim membutuhkan dukungan inkubator, inkubator perlu terhubung dengan industri, dan seluruh proses tersebut membutuhkan akses terhadap pasar.

Rangkaian inilah yang memungkinkan perguruan tinggi berkembang dari sekadar tempat pendidikan menjadi ekosistem yang melahirkan inovasi dan perusahaan teknologi. Dari AITO, Sekolah Negarawan melihat bahwa kompetisi AI bukanlah tujuan akhir, melainkan salah satu pintu untuk membawa talenta menuju dunia inovasi, industri, dan kewirausahaan.