Teheran — Rangkaian kunjungan Sekolah Negarawan ke Iran memasuki salah satu agenda internasional penting dengan keikutsertaan tim Sekolah Negarawan dalam 40th International Islamic Unity Conference di Teheran. Konferensi internasional tersebut dibuka pada Kamis, 27 Agustus 2026, di International Conference Center of Iran, Teheran. Forum ini mempertemukan ulama, akademisi, pemikir, tokoh budaya, serta figur politik dari berbagai negara Muslim untuk membahas isu persatuan dan masa depan dunia Islam.
Tim Sekolah Negarawan mengikuti konferensi tersebut sebagai bagian dari rangkaian agenda kunjungan ke Iran yang sebelumnya telah mempertemukan delegasi dengan berbagai lembaga pendidikan, penelitian, kebudayaan, keagamaan, dan teknologi. Konferensi tahun ini memiliki arti khusus karena menjadi edisi ke-40 sekaligus berlangsung dalam suasana baru setelah wafatnya Ayatollah Seyyed Ali Khamenei pada 2026. Tema konferensi adalah “Islamic Unity in the Thought of the Martyred Leader, Ayatollah Seyyed Ali Hosseini Khamenei.”
Konferensi dihadiri sekitar 600 tamu dari dalam dan luar Iran yang berasal dari sekitar 40 negara. Para peserta berasal dari kalangan akademisi, ulama, tokoh agama, budayawan, dan pemikir dunia Islam. Presiden Iran Masoud Pezeshkian turut hadir dalam pembukaan konferensi. Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa persatuan Islam tidak berarti menghilangkan perbedaan yang ada di antara negara dan kelompok Muslim. Sebaliknya, persatuan dipahami sebagai kemampuan untuk menjaga agar perbedaan tidak berubah menjadi permusuhan.
Bagi Sekolah Negarawan, keikutsertaan dalam forum tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana gagasan persatuan Islam dibicarakan dalam forum internasional yang mempertemukan berbagai latar belakang pemikiran dan tradisi keislaman.
Agenda tersebut juga memperkaya perjalanan akademik dan kelembagaan Sekolah Negarawan selama berada di Iran. Sebelumnya, tim telah melakukan kunjungan ke berbagai universitas, lembaga penelitian, pusat kebudayaan, lembaga keagamaan, hingga institusi teknologi di sejumlah kota Iran. Konferensi Islamic Unity menjadi ruang yang berbeda karena skala pertemuannya bersifat internasional dan mempertemukan berbagai perspektif dari dunia Islam.
Bagi delegasi Sekolah Negarawan, forum ini bukan semata-mata agenda menghadiri konferensi. Kehadiran di dalamnya merupakan bagian dari proses belajar mengenai bagaimana gagasan persatuan, perdamaian, pendidikan, kepemimpinan, dan masa depan masyarakat Muslim dibicarakan dalam konteks internasional. Dari Teheran, Sekolah Negarawan membawa pulang pengalaman baru: bahwa membangun persatuan bukan hanya persoalan menyepakati kesamaan, tetapi juga bagaimana mengelola perbedaan menjadi energi untuk membangun masa depan bersama.