Berita

Sekolah Negarawan dan Enygma Solusi Negeri Kaji Konsep Perpustakaan Lyon untuk Pengembangan Ruang Publik Masa Depan
Berita Terbaru

Sekolah Negarawan dan Enygma Solusi Negeri Kaji Konsep Perpustakaan Lyon untuk Pengembangan Ruang Publik Masa Depan

 

LYON – Dalam upaya mendorong pengembangan ruang publik perkotaan yang modern, terbuka, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, Sekolah Negarawan bersama Enygma Solusi Negeri melakukan studi pembelajaran ke Bibliothèque municipale de Lyon, Perancis. Kunjungan tersebut dilakukan untuk menggali konsep pengelolaan fasilitas publik yang mampu menggabungkan fungsi pendidikan, interaksi sosial, serta pelayanan masyarakat dalam satu ruang yang terintegrasi. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan konsep kota pintar atau smart city yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Kegiatan studi tersebut diikuti oleh jajaran pimpinan Sekolah Negarawan, yaitu Direktur Prayogi R. Saputra dan Wakil Direktur Rinto Setiyawan. Dalam agenda tersebut, Sekolah Negarawan juga berkolaborasi dengan CEO Enygma Solusi Negeri, Erick Karya, untuk menghubungkan perspektif pendidikan kenegaraan dengan inovasi teknologi serta pengembangan tata kelola ruang publik. Proses eksplorasi di Perancis turut didukung oleh Fachry, diaspora Indonesia yang berada di Lyon dan berperan sebagai penghubung dalam memahami aspek budaya serta sistem pengelolaan fasilitas publik setempat.

Salah satu fokus utama dalam kunjungan tersebut adalah mempelajari konsep arsitektur sosial yang diterapkan Bibliothèque municipale de Lyon. Perpustakaan tersebut tidak hanya dirancang sebagai tempat penyimpanan dan membaca buku, tetapi berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat yang menghadirkan ruang belajar, pertemuan, dan interaksi sosial. Berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga masyarakat lanjut usia, dapat memanfaatkan fasilitas tersebut sebagai ruang publik yang terbuka dan ramah bagi semua kalangan.

Delegasi Sekolah Negarawan dan Enygma Solusi Negeri melihat bahwa keberhasilan pengelolaan perpustakaan di Lyon tidak hanya terletak pada aspek bangunan, tetapi juga pada kemampuannya menjawab kebutuhan sosial masyarakat. Fasilitas publik tersebut menunjukkan bahwa ruang perkotaan dapat dirancang dengan pendekatan yang lebih manusiawi melalui perhatian terhadap berbagai kondisi masyarakat. Bahkan, perpustakaan tersebut mampu menyediakan ruang aman bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan tempat beraktivitas pada siang hari, termasuk tunawisma.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu hal penting yang dikaji dalam kunjungan tersebut. Tata ruang publik dinilai tidak cukup hanya mempertimbangkan fungsi fisik sebuah bangunan, tetapi juga harus memperhatikan nilai kemanusiaan, kenyamanan, dan kebutuhan sosial masyarakat. Dengan demikian, fasilitas publik dapat menjadi ruang yang memiliki manfaat lebih luas bagi kehidupan bersama.

Kehadiran Erick Karya sebagai perwakilan dari sektor solusi perkotaan menjadi bagian dari upaya untuk melihat peluang penerapan konsep ruang publik inklusif di Indonesia. Perpaduan antara teknologi, sistem pengelolaan fasilitas, serta pendekatan yang berpusat pada manusia menjadi perhatian utama dalam proses kajian tersebut. Melalui kolaborasi ini, Sekolah Negarawan dan Enygma Solusi Negeri berupaya menyusun gagasan mengenai ruang publik yang edukatif, terbuka, dan mampu memberikan manfaat bagi berbagai lapisan masyarakat.

Studi ke Bibliothèque municipale de Lyon menjadi langkah awal untuk menggali model tata ruang terintegrasi yang dapat dikembangkan sesuai dengan karakter masyarakat Indonesia. Kajian tersebut diharapkan dapat menghasilkan gagasan strategis berupa cetak biru atau blueprint dalam pengelolaan ruang publik masa depan. Konsep tersebut diharapkan mampu menggabungkan unsur teknologi, pendidikan, dan nilai kemanusiaan dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih terhubung.

Melalui pembelajaran dari Lyon, Sekolah Negarawan dan Enygma Solusi Negeri melihat bahwa ruang publik memiliki peran penting dalam membangun kualitas kehidupan masyarakat. Ruang publik bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga dapat menjadi pusat pengembangan pengetahuan, kebudayaan, dan hubungan sosial. Dengan pengelolaan yang tepat, fasilitas publik dapat menjadi sarana memperkuat masyarakat yang lebih inklusif dan berdaya.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan mengenai tata kelola perkotaan yang mengedepankan keseimbangan antara inovasi dan kemanusiaan. Sekolah Negarawan bersama Enygma Solusi Negeri berharap hasil kajian tersebut dapat memberikan inspirasi bagi pengembangan konsep ruang publik di Indonesia. Melalui pendekatan yang menggabungkan pendidikan, teknologi, dan kepedulian sosial, ruang publik masa depan diharapkan mampu menjadi fondasi bagi masyarakat yang lebih maju dan saling terhubung.