Berita

Dari Paris Melihat Indonesia: Membangun Bangsa yang Ingin Diwariskan
Berita Terbaru

Dari Paris Melihat Indonesia: Membangun Bangsa yang Ingin Diwariskan

PARIS — Sebuah perjalanan sering kali tidak hanya membawa seseorang melihat tempat baru, tetapi juga mengajak untuk melihat kembali dirinya sendiri. Perjalanan ke sebuah kota dengan sejarah panjang dapat membuka pertanyaan mengenai identitas, arah, dan masa depan sebuah bangsa. Hal tersebut menjadi salah satu refleksi yang muncul dari perjalanan Sekolah Negarawan ke Paris pada September 2025. Setelah melihat berbagai bangunan bersejarah, museum, monumen, dan ruang publik di Paris, muncul pertanyaan yang lebih besar mengenai Indonesia, yaitu bangsa seperti apa yang ingin dibangun dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Paris memperlihatkan bagaimana sebuah bangsa mampu menjadikan sejarah sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Berbagai tempat seperti Louvre, Notre-Dame de Paris, Les Invalides, Champs-Élysées, hingga Menara Eiffel bukan hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga menjadi bagian dari cerita panjang sebuah peradaban. Bangunan dan ruang publik tersebut menyimpan pesan mengenai perjalanan manusia, perubahan zaman, serta nilai yang ingin terus diwariskan.

Bagi Sekolah Negarawan, pengalaman tersebut memberikan pelajaran bahwa sebuah bangsa tidak hanya dibangun melalui pembangunan fisik. Sebuah negara juga dibangun melalui cara masyarakat memahami sejarah, menjaga kebudayaan, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan mempersiapkan manusia yang mampu membawa masa depan. Sejarah bukan hanya catatan masa lalu, tetapi dapat menjadi fondasi untuk menentukan arah perjalanan bangsa.

Membaca Masa Lalu untuk Menentukan Masa Depan

Paris menunjukkan bahwa hubungan antara masa lalu dan masa depan dapat berjalan secara bersamaan. Modernisasi tidak harus membuat sebuah bangsa kehilangan identitasnya. Justru kekuatan sebuah bangsa dapat terlihat dari kemampuannya menjaga warisan sambil terus beradaptasi menghadapi perubahan.

Pelajaran tersebut memiliki arti penting bagi Indonesia. Indonesia memiliki sejarah yang panjang dengan berbagai warisan peradaban yang tersebar di seluruh Nusantara. Candi, kerajaan, tradisi masyarakat, pesantren, budaya daerah, sejarah perjuangan, hingga nilai Pancasila merupakan bagian dari kekayaan bangsa yang memiliki nilai besar.

Namun sejarah tidak cukup hanya dibanggakan. Sejarah harus dipahami, dipelajari, dan digunakan sebagai sumber kebijaksanaan. Sebuah bangsa yang mampu membaca masa lalunya akan lebih siap menentukan arah masa depannya. Sebaliknya, bangsa yang kehilangan hubungan dengan sejarahnya dapat kehilangan pijakan ketika menghadapi perubahan.

Kemajuan Harus Memiliki Arah

Perjalanan melihat Paris juga membawa pertanyaan mengenai arti kemajuan. Sebuah negara tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, atau penguasaan teknologi. Kemajuan harus memiliki tujuan yang jelas, yaitu menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat.

Pertanyaan penting yang harus dijawab bukan hanya apakah Indonesia dapat menjadi negara maju, tetapi juga maju untuk siapa dan dengan nilai apa. Kemajuan yang hanya terlihat dari angka dan pembangunan fisik belum tentu menunjukkan kualitas sebuah bangsa apabila tidak disertai peningkatan kualitas manusia, keadilan sosial, serta kekuatan institusi.

Karena itu, pembangunan bangsa membutuhkan keseimbangan antara kemampuan menghadapi masa depan dan kemampuan menjaga nilai yang menjadi identitas masyarakat. Teknologi perlu dikembangkan, tetapi tetap harus diarahkan untuk kepentingan manusia. Ekonomi perlu diperkuat, tetapi tetap harus memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Institusi negara perlu dibangun, tetapi harus tetap berorientasi pada pelayanan kepada rakyat.

Peran Negarawan dalam Menentukan Arah Bangsa

Dari perspektif pendidikan kenegarawanan, sebuah negara membutuhkan manusia yang mampu berpikir melampaui masa kini. Seorang negarawan tidak hanya melihat persoalan yang ada di hadapan dirinya, tetapi juga memikirkan dampaknya bagi generasi yang belum lahir.

Seorang negarawan tidak hanya bertanya bagaimana menyelesaikan masalah hari ini. Ia juga bertanya fondasi seperti apa yang harus dibangun agar bangsa tetap kuat pada masa depan. Ia memahami bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang mengelola kekuasaan, tetapi tentang menjaga keberlanjutan negara.

Karena itu, perjalanan memahami bangsa lain dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran kepemimpinan. Melihat pengalaman negara lain bukan berarti meniru seluruh sistem yang dimiliki, tetapi mengambil nilai yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bangsa sendiri.

Indonesia dan Warisan Peradaban

Paris memberikan gambaran bahwa sebuah kota dapat menjadi ruang pembelajaran sejarah. Indonesia juga memiliki potensi besar untuk menjadikan berbagai warisan sebagai sumber pendidikan bagi masyarakat. Berbagai situs sejarah seperti Borobudur, Prambanan, kawasan kota tua, peninggalan kerajaan Nusantara, tradisi maritim, pesantren, serta kekayaan budaya daerah dapat menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda. Warisan tersebut tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi untuk membangun masa depan.

Namun warisan tidak cukup hanya dijaga secara fisik. Warisan membutuhkan manusia yang mampu memahami maknanya. Museum harus menjadi ruang pendidikan. Situs sejarah harus menjadi ruang refleksi. Kebudayaan harus terus dikembangkan agar tetap hidup dalam perubahan zaman. Sebuah bangsa tidak kehilangan masa lalu ketika bergerak menuju masa depan. Justru masa lalu dapat menjadi kekuatan apabila mampu diterjemahkan menjadi nilai yang relevan bagi kehidupan modern.

Dari Paris untuk Indonesia

Perjalanan Sekolah Negarawan ke Paris pada akhirnya bukan hanya perjalanan melihat sejarah bangsa lain. Perjalanan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat kembali Indonesia dari perspektif yang lebih luas.

Dari Paris muncul pertanyaan penting mengenai arah perjalanan bangsa. Apakah Indonesia hanya ingin menjadi negara yang kuat secara ekonomi, atau juga menjadi negara yang memiliki karakter, nilai, dan kemanusiaan. Apakah Indonesia hanya ingin mengejar perubahan, atau mampu menjaga identitas di tengah perubahan dunia. Jawaban atas pertanyaan tersebut akan menentukan masa depan Indonesia. Sebab membangun bangsa bukan hanya tentang apa yang dapat dicapai hari ini, tetapi juga tentang apa yang ingin diwariskan kepada generasi berikutnya.

Pada akhirnya, tugas terbesar sebuah bangsa bukan hanya menciptakan kemajuan, tetapi memastikan bahwa kemajuan tersebut memiliki makna. Indonesia membutuhkan masa depan yang tidak hanya maju secara teknologi dan ekonomi, tetapi juga kuat dalam nilai, budaya, dan kemanusiaan. Sebab sebuah negara yang besar bukan hanya negara yang mampu membangun masa depan, tetapi juga negara yang memahami warisan apa yang harus diberikan kepada generasi setelahnya.