Biaya politik yang tinggi dalam dunia perpolitikan Indonesia telah menjadi sorotan banyak pihak. Setiap pemilu, dana yang terpaksa dikeluarkan untuk merebut kekuasaan semakin membengkak, meninggalkan dampak negatif bagi rakyat. Terutama ketika pejabat yang terpilih menggunakan kekuasaannya untuk memperkaya diri dari uang rakyat. Fenomena ini semakin menjadi masalah ketika negara gagal melindungi rakyatnya, dan malah memperburuk ketimpangan sosial-ekonomi.
Biaya politik yang semakin tinggi ini berdampak pada pemerintahan praktis yang mengarah pada pemborosan dana rakyat. Salah satu dampak besar adalah ketika pemegang kekuasaan berusaha melunasi biaya tersebut dengan menyusun kebijakan yang lebih berpihak pada kelompok tertentu. Seiring berjalannya waktu, kebijakan ini sering kali tidak berpihak pada kesejahteraan masyarakat luas.
Dalam analisis ini, banyak kebijakan fiskal yang lebih menguntungkan pengusaha besar daripada masyarakat yang seharusnya mendapat perhatian utama dari pemerintah. Alih-alih mengutamakan pelayanan dan perlindungan bagi rakyat, kebijakan yang ada justru menciptakan ketimpangan yang lebih dalam.
Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, mengingatkan bahwa tugas negara terdiri dari tiga hal penting: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Sayangnya, banyak pihak yang terjebak dalam kekuasaan uang dan tidak lagi memperhatikan tugas utamanya. Negara yang seharusnya hadir untuk rakyat kini malah lebih fokus pada kepentingan pihak-pihak tertentu yang mampu membayar lebih untuk mendapatkan akses kekuasaan.
Untuk mengatasi masalah ini, Rinto Setiyawan menekankan perlunya reformasi sistem pemerintah yang lebih transparan dan berbasis pada kepentingan rakyat. Salah satu langkah penting adalah mengurangi ketergantungan terhadap uang dalam pemerintahan. Ini bisa dilakukan dengan menciptakan regulasi yang ketat terhadap pendanaan, serta memberikan akses yang lebih luas bagi rakyat untuk terlibat dalam proses pemerintahan.
Selain itu, penguatan lembaga pengawas independen juga menjadi kunci untuk memastikan bahwa dana publik digunakan sesuai dengan tujuan yang semestinya. Pemerintah harus meningkatkan akuntabilitas, mengurangi penyalahgunaan kekuasaan, dan memastikan bahwa kebijakan fiskal yang diambil berpihak pada rakyat, bukan segelintir kelompok yang hanya mengutamakan keuntungan pribadi.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan biaya politik yang tinggi bisa ditekan, dan fokus utama negara bisa kembali ke pelayanannya pada rakyat.