Agenda isu global yang melibatkan kebijakan internasional sering kali digunakan untuk menciptakan krisis yang menguntungkan segelintir pihak, sementara merugikan negara-negara berkembang seperti Indonesia. Krisis yang dipicu oleh faktor global ini, seperti perubahan iklim, krisis pangan, dan ketegangan perdagangan internasional. Sering kali diposisikan sebagai masalah yang hanya dapat diselesaikan melalui kebijakan yang tidak selalu relevan dengan kondisi lokal. Akibatnya, kebijakan yang diambil seringkali menambah beban bagi sektor domestik dan memperburuk ketimpangan sosial-ekonomi.
Dalam konteks Indonesia, kebijakan perubahan iklim global yang mengharuskan pengurangan emisi karbon telah memengaruhi sektor energi, pertanian, dan industri. Indonesia, sebagai negara berkembang yang bergantung pada sumber daya alam untuk pertumbuhan ekonominya, dihadapkan pada tekanan untuk beradaptasi dengan standar internasional. Meskipun sektor-sektor tersebut belum siap untuk beralih ke solusi yang lebih ramah lingkungan. Hal ini menciptakan ketidakpastian ekonomi dan meningkatkan ketergantungan pada teknologi dan modal asing.
Salah satu contoh nyata dari dampak agenda isu global terhadap Indonesia adalah kebijakan pengurangan emisi karbon yang memaksa negara untuk mengurangi penggunaan energi fosil. Indonesia, yang masih sangat bergantung pada batu bara dan minyak untuk memenuhi kebutuhan energinya, harus menghadapi ketergantungan yang lebih besar pada impor energi terbarukan, sementara pengusaha lokal kesulitan untuk berinvestasi dalam teknologi baru yang lebih mahal. Dampak langsung dari kebijakan ini adalah kenaikan biaya energi yang membebani rumah tangga dan industri lokal.
Selain itu, perjanjian perdagangan bebas yang disepakati Indonesia dengan negara-negara besar sering kali memberi keuntungan lebih besar kepada negara maju, sementara sektor-sektor lokal, seperti pertanian dan industri kecil, terancam tergeser oleh produk luar negeri yang lebih murah. Meskipun globalisasi dan perdagangan bebas dapat meningkatkan volume ekspor. Kebijakan ini sering kali tidak mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan sektor lokal yang harus bersaing dengan produk yang diimpor.
Krisis yang timbul akibat agenda global sering kali tidak memikirkan keberagaman dan kebutuhan spesifik masing-masing negara. Beberapa alasan mengapa krisis global ini terjadi antara lain:
Untuk mengatasi krisis yang ditimbulkan oleh agenda isu global, Indonesia perlu mengambil beberapa langkah strategis berikut:
Agenda isu global memang memberikan tantangan besar bagi Indonesia. Namun krisis yang timbul akibat kebijakan global yang tidak mempertimbangkan kondisi lokal dapat diatasi dengan kebijakan yang lebih inklusif dan adaptif. Dengan memprioritaskan kepentingan nasional dan memperkuat sektor domestik, Indonesia dapat menghadapi tantangan global tanpa mengorbankan kedaulatan ekonomi dan sosialnya.