Berita

“Wicked Problem” dan Kegagalan Struktur Negara dalam Menyelesaikan Krisis
Berita Terbaru

“Wicked Problem” dan Kegagalan Struktur Negara dalam Menyelesaikan Krisis

Istilah wicked problem sering digunakan untuk menggambarkan berbagai masalah besar negara yang tampaknya tidak ada solusi sederhana. Dari korupsi yang merajalela hingga ketimpangan sosial yang semakin melebar, banyak yang menyebutnya sebagai masalah yang terlalu rumit untuk dipecahkan. Namun, apakah masalah tersebut benar-benar wicked problem yang tak terpecahkan, ataukah sebenarnya kegagalan negara dalam menjalankan tugas dasarnya yang menyebabkan krisis yang berlarut-larut?

Wicked Problem: Menyembunyikan Kegagalan Negara

Wicked problem menggambarkan masalah yang sangat kompleks, namun sering kali istilah ini digunakan untuk menutupi kegagalan negara. Masalah besar yang dihadapi negara sering kali disebut sebagai wicked problem, tetapi ini sering kali lebih terkait dengan desain negara yang tidak memadai. Ketidakmampuan negara dalam menangani masalah struktural justru memperburuk keadaan, dan penggunaan istilah wicked problem seolah memberikan alibi atas kegagalan tersebut.

Tugas Negara: Melindungi, Melayani, dan Mengatur Rakyat

Rinto Setiyawan, Anggota Majelis Tinggi Partai X, menegaskan bahwa negara memiliki tiga tugas utama: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Namun, kegagalan negara dalam menjalankan tugas ini justru menciptakan masalah yang semakin kompleks. Ketika negara tidak mampu melindungi, melayani, dan mengatur rakyat, maka krisis yang kita hadapi semakin terasa mustahil diatasi. Seringkali, masalah tersebut hanya disebut sebagai wicked problem tanpa menyentuh akar masalah yang sesungguhnya.

Krisis Negara: Akar Masalah yang Tidak Diakui

Krisis yang terjadi bukanlah akibat dari wicked problem yang tidak dapat diselesaikan, tetapi akibat dari kegagalan negara dalam menjalankan fungsi-fungsi dasarnya. Negara yang gagal memberikan perlindungan kepada rakyatnya, tidak melayani dengan adil, serta tidak mengatur dengan transparansi dan akuntabilitas, akan terus terjebak dalam masalah yang tampaknya tidak terpecahkan. Masalah ini bukan karena terlalu rumit, tetapi karena negara gagal memperbaiki desain sistem ketatanegaraan yang rusak.

Solusi: Reformasi Struktural untuk Menangani Krisis

Untuk mengatasi wicked problem, langkah pertama yang harus diambil adalah melakukan reformasi struktural dalam desain negara. Pemerintah harus memperbaiki pembagian kewenangan antara negara dan pemerintah, memastikan transparansi di setiap lembaga, serta meningkatkan akuntabilitas di seluruh sistem. Selain itu, pendidikan politik yang lebih merata dan reformasi sistem hukum yang tegas akan membantu menciptakan pemerintahan yang lebih adil dan efisien. Negara harus kembali pada prinsip dasar untuk memastikan kesejahteraan rakyat dan memberikan solusi nyata.

Kesimpulan:

Masalah yang sering disebut sebagai wicked problem sebenarnya adalah akibat dari kegagalan negara dalam menjalankan tugas dasarnya: melindungi, melayani, dan mengatur rakyat. Penyelesaian masalah ini tidak hanya membutuhkan kebijakan baru, tetapi reformasi mendalam pada desain negara. Dengan melakukan perubahan struktural, kita dapat mengatasi krisis yang ada dan memastikan negara kembali berfungsi untuk kepentingan rakyat.