Dalam beberapa tahun terakhir, dunia telah menyaksikan berkembangnya agenda elit global yang semakin menguasai peta ekonomi internasional. Agenda ini, yang dikendalikan oleh segelintir negara dan korporasi besar, berpotensi memicu ketimpangan ekonomi yang semakin lebar, terutama di negara-negara berkembang. Meskipun ada janji kemajuan dalam bentuk pembangunan berkelanjutan, kenyataannya ketimpangan semakin meningkat, dengan sebagian besar kekayaan dunia justru terkonsentrasi di tangan beberapa kelompok elit global. Hal ini berkontribusi terhadap kesenjangan sosial yang semakin melebar, baik antar negara maupun di dalam negara itu sendiri.
Ketimpangan ekonomi yang kian parah memiliki dampak langsung terhadap kehidupan rakyat. Masyarakat bawah, yang umumnya bergantung pada sektor-sektor seperti pertanian, manufaktur, dan pekerjaan informal, semakin terpinggirkan dalam persaingan global yang didorong oleh kebijakan-kebijakan internasional yang lebih mengutamakan kepentingan elit. Bukan hanya itu, rendahnya akses terhadap pendidikan dan pelayanan kesehatan berkualitas membuat mereka semakin sulit untuk keluar dari kemiskinan.
Menghadapi fenomena ini, Rinto Setiyawan, Anggota Majelis Tinggi Partai X, mengingatkan kembali tugas negara yang tidak boleh dilupakan: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Negara harus memiliki kebijakan yang berpihak pada rakyat, bukan pada kepentingan segelintir elit global. Negara juga harus memastikan bahwa kedaulatannya tetap terjaga, tanpa terjebak dalam pengaruh kekuatan eksternal yang hanya memperburuk ketimpangan ekonomi domestik.
Ketimpangan ekonomi yang semakin melebar akibat pengaruh agenda elit global memerlukan perhatian serius dari pemerintah. Negara harus hadir untuk melindungi rakyatnya dan menjaga kedaulatan nasional, sebagaimana yang diingatkan oleh Rinto Setiyawan. Dengan kebijakan yang tepat, negara bisa membalikkan keadaan dan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat.